
Sungai citarum yang berhulu di gunung Wayang Jawa barat mengalirkan air yang tiap tahunya dimungkinkan tidak akan habis. Mengalir membentang membelah Jawa Barat. Dengan aliran debit air yang tiap tahun relatif tetap sungai ini banyak dimanfaatkan seagai penyedia air baik untuk irigasi ataupun kebutuhanlainnya. Dari hulu terdapat tiga buah bendung yang digunakan untuk pengumpul air yang kemudian akan dialirkan ketempat-tempat yang membutuhkan. Saguling, Bendung Cirata Dan Bendungan ir H Juanda ( waduk Jati Luhur). Dari ketiga bendung ini yang memiliki volume air paling besar adalah waduk Jatiluhur. selain dimanfaatkan unuk irigasi waduk ini juga menyuplai air di daerah bekasi dan Jakarta sebagai air minum dan Pensuplay listrik jawa bali dengan PLTA nya.Di awali pemikiran dari seorang ahli bangunan air jaman belandayang berencana atau berkeinginan untuk membuat suatu sistem pengelolaan air untuk mengairi suatu wilayah irigasi di jawa barat. Prof .Dr . W. J. van Blommenstein seorang insinyur banguan air pada masa belanda yang memiliki pemikiran akan membuat suatu sistem pemanfaatan sungai untuk kepentingan pengairan di lain daerah. maka pada sekitar tahun 1957mulai rancanglah proyek waduk serbaguna Jatiluhur dengan prakarsa seorang insinyur pribumi yang bernaman Ir H Juanda, maka namanya diabadikan menjadi waduk tersebut Waduk Ir H Juanda.Waduk Jatiluhur merupakan salah satu waduk terbesar yang ada di Indonesia yang mengelola kebutuhan air baik untuk irigasi, PLTA, ataupun kebutuhan air baku di daerah Jawa Barat. Bendungan atau waduk Jatiluhur dibangun pada tahun 1957 sampai 1967 melalui suatuproyek besar yaitu proyek Jatiluhur. Bangunan dibangun dengan membendung sungai Citarum dengan jenis waduk rockfill dengan inti rapat air dari tanah liat. Luas waduk 83 Km2 dengan debit rata-rata setahun mencapai 80,27 m3 /dtk dan volume bendung 9.100.000 m3. Luas daerah irigasi 393.256 Ha dengan rincian 342.314 Ha air irigsi Jatiluhur dan 50.942 Ha irigasi selatan Jatiluhur. Air waduk bersumber pada aliran sungai Citarum. Selain digunakan untuk irigasi air waduk juga dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga air dan pemenuhan air baku sesuai permintaan dari yang membutuhkan. Wilayah aliran dari waduk meliputi daerah Karawang, Indramayu, Bekasi, Jakarta, Subang. Waduk ini dikelola oleh perusahan umum Jasa Tirta II yang dibagi dalam beberapa divisi mencakup luas kerjanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar